Iklan :

20 April 2012

Komikologi untuk Komik


Menggambar sebuah ilustrasi dengan menggunakan tangan adalah hal yang tidak dimiliki oleh semua orang. Namun sebenarnya bakat itu bisa digali dan dipelajari. Setidaknya itulah yang dikatakan oleh guru komik Lab School dan Al Azhar ini, Oni Budiono. 

Setiap manusia diberikan kelebihannya masing-masing, terlebih pada satu bidang ini yang sering dinamakan oleh orang adalah "Kreatif". Bapak Oni Budiono ini sudah mengajar di Lab School mulai dari 2 tahun belakangan ini. Dia mendalami dunia komik hampir sepanjang hidupnya.

Dengan kecintaannya pada komik maka dia bertekad untuk terus mengedukasi Indonesia lewat sebuah medium gambar yang sering disebut komik ini. Dia menggali semua materi dan silabus untuk membuat mata pelajaran komik menjadi Komikologi. Dimana dia mengatakan ada banyak hal yang harus kita tahu tentang dunia komik ini, maka dari itu ia bertekad untuk membuat mata pelajaran baru yaitu Komikologi. 

Dimana jika kita lihat komik itu belum bisa menjadi sebuah industri yang mainstreem  di Indonesia ini, maka ia pun terus mengedukasikannya kepada pelajar-pelajar di tempat ia mengajar. 

Ada beberapa hal yang tanpa kita sadari bahwa komik sudah menjadi pengaruh besar dalam hidup kita. Dimana kita selalu mendengar kata Superman, Batman, Wonder Woman, Donald Duck semuanya itu hampir sama seperti kita mendengar kata Bapak Jendral Soedirman, Bung Karno, Tuanku Imam Bonjol, dll. 

Bagaimana cara orang barat mengkomuditaskan sebuah budaya yang terus dijajakan kepada hampir seluruh Negara di dunia untuk memperkenalkan arti kata Amerika yang Superior. Ini semua terjadi karena sebuah buku yang bergambar kadang berwarna, yang terus menghiasi kamar kita sedari kita kecil. 

Inilah komik, inilah gambar, inilah komoditas Budaya yang disampaikan secara terus menerus. Bahkan kita lebih senang membaca Superman dibandingkan Pahlawan Diponogoro, padahal kita sangat tahu sekali bahwa Cerita Pangeran Diponogoro tidak lebih mengecewakan dibandingkan dengan Superman. 

"Gambar saya tidak bagus, tapi pesannya memang harus bagus", 

Setidaknya itulah yang disampaikan oleh Oni Budiono tersebut. Dimana sebuah pesan dapat merangkumkan komunikasi yang terus menerus sehingga menjadi doktrin tersendiri sama halnya seperti komik terdahulu yang telah Anda baca. 


Dia juga turut melanjutkan sebuah perjuangan di Ecolabs, Lab School,  dimana di Ecolabs itu para murid bukan hanya sekedar diajarkan untuk menggambar. Komik itu bukan bicara menggambar, Komik itu bicara tentang komunikasi, Pesan, Marketing, Distribusi dan Publishing. 

Bagaimana kita bisa mengembangkan sebuah potensi komik kita tidak hanya dari gambar yang bagus saja. Kita harus bisa menyampaikan sebuah pesan yang bagus, itu merupakan satu keharusan dari seorang komikus. 



Seoarang siswa di Ecolabs inilah diajarkan bagaimana caranya menjual komik kepada publik, bagaimana cara mengemas sebuah komik yang baik, dan banyak hal lainnya yang diajarkan disana. 

Setidaknya itulah yang dilakukan oleh seorang Oni Budiono dari jaman 2 tahun yang lalu. Namanya memang selalu lekat dengan Lab School karena memang dia sudah agak lama bertahan diasana. 

Begitulah akhir wawancara saya dengan Oni Budiono, disela-sela pembicaraan terakhir dia sempat memberikan sebuah wejangan untuk saya dan Fabian Studio, dimana sebuah gambar, sebuah design adalah sebuah komunikasi, bukan hanya sekedar gambar bagus saja, tapi harus mempunyai pesan dan makna yang bagus pula. Harus ada tujuan, apa yang ingin disampaikan. 

"Maju terus Fabian Studionya ", wah ternyata Pak Oni juga mengikuti perkembangan dari Fabian Studio. 

Terima kasih Pak, saya akan berusaha sekuat mungkin untuk mempertahankan Fabian Studio 100 tahun kedepan. 



* Narasumber : Oni Budiono  (Guru Komik untuk Lab School dan Al Azhar, Bintaro). 



Salam Kreatif, 



@rie fabian 
www.fabianstudio.biz





Reaksi Tulisan :

2 comments:

Semoga artikel ini dapat bermanfaat.Terimakasih atas kunjungan Anda silahkan tinggalkan komentar dibawah ini.