Iklan :

29 Februari 2012

7th Old Poster From West


Sebuah Poster pada jaman ini dianggap satu langkah besar dalam periklanan. Saya kagum dengan perencanaan designya, walaupun saya bisa digolongkan sebagai designer berbeda jaman tapi ambient dari sebuah perencanaanya sangat terasa sekali untuk saya. Berikut 7 poster jaman dahulu kala saya berikan untuk pembaca blog saya. 




Beberapa Permainan huruf pada designnya menurut saya pada jaman itu sudah keren sekali. Dimana kita sudah bisa melihat satu permainan typografi dengan gaya besar kecilnya huruf. Pada saat itu pengerjaan foto masih menggunakan repro dan mounting. 


Dan kekaguman saya lagi atas poster-poster yang ada pada jaman dulu, font terkadang dibuat dengan menggunakan sketsa tangan. Mereka memang membuatnya menggunakan tangan yang digambar lalu mereka repro (scan kalau bahasa sekarang bilang) dan diterapkan pada Layoutnya. 



Perwajahan pada saat itu juga banyak yang menggunakan lukisan untuk gambar orang. Itu dikarenakan penggunaan foto pada saat itu sangat langka dan mahal sekali. Saya pernah menanyakan itu kepada orang yang bisa dibilang senior pada bidang ini pada saat saya bermain ke kalibaru. Dimana mereka menjelaskan bahwa pada saat itu memang Sebuah implementasi design itu masih banyak orang kita (indonesia) yang bisa membuatnya. Kebanyakan pada saat itu design dibuat oleh tukang gambar, pelukis dan seniman gambar pada masa itu. 




Marlyn monroe nampaknya memang dominan menjadi objek pada poster-poster pada jaman dulu ini. 





Dan juga para senior di kalibaru tersebut bercerita tentang minimnya alat percetakan pada jaman itu membuat kreeatifitas menjadi sangat terbatas untuk membuat implementasi sebuah advertisement. Jaman dahulu itu mereka bercerita ada satu mesin sendiri yang berfungsi untuk mengkoreksi kata-kata, jadi mesin itu memang berfungsi untuk me mounting satu persatu huruf yang akan dicetak. 

Nah bisa dibayangkan pastinya jika kita membuat satu majalah atau surat kabar, yang pasti orang pengkoreksi kata-kata tersebut akan mengalami keletihan mata dalam membuat koreksi pada kalimat yang akan dicetaknya. 

Sampai sekarang kita juga masih banyak kekurang jenis mesin untuk mengoptimalkan pola kerja para insan kreatif untuk implementasi kedalam media periklanan. Memang itu masih menjadi beberapa kendala yang harus disikapi dengan kreatif untuk membuat satu media yang menarik ditengah hiruk pikuknya dunia kreatifitas Indonesia ini. 

Mari kita berkreatif ria. 


Salam kreatif, 


@rie fabian 

Reaksi Tulisan :

4 comments:

  1. keliatan kurang dinamis banget ya gambarnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. he he he jika kita compare dengan design sekarang ya iyalah ...

      Salam berkunjungnya mas boeding

      Hapus
  2. Biar cuma poster tapi pada jaman tersebut poster adalah media iklan yang sangat eksklusif :)

    BalasHapus

Semoga artikel ini dapat bermanfaat.Terimakasih atas kunjungan Anda silahkan tinggalkan komentar dibawah ini.