Iklan :

9 Maret 2011

Maaf, saya lebih suka Perbuatan dibanding ucapan.


"Saya tidak akan mengulanginya lagi mas " kata salah seorang rekan kerja saya. Saya dari dulu tidak pernah menilai orang dengan perkataan namun perbuatan. Maaf memang masih berharga untuk saya namun mengubah perbuatannya jauh lebih berharga dibanding kata maafnya.


Karena jika maaf yang tulus maka ia akan berubah dan tidak akan mengulangi hal yang sama. Saya bukan pendendam, tidak mempengaruhi persahabatan saya kepada mereka jika mereka tidak bisa bekerja sama kembali dengan saya, dan saya tidak mengutamakan marah yang bersifat pribadi yang hanya menguntungkan diri saya sendiri tapi yang saya fikirkan efek dari kesalahan yang dia buat kepada banyak orang yang akan menjadi contoh bilamana saya tidak mengambil satu sikap atau tindakan.

Dasarnya saya bukan pemarah kok dan pemberi maaf yang berulang - ulang kali. Namun jika saya fikir itu bisa merugikan orang banyak maka maaf, kesalahan anda sudah tidak bisa dimaafkan atas pertimbangan banyak hal bukan pribadi saya sendiri.

Menelaah kata maaf adalah ucapan yang patut dilakukan bilamana kita telah melakukan kesalahan kepada orang lain. Namun yang lebih penting jangan membuat kesalahan yang sama, maka maaf yang sama sudah berkurang nilainya dari maaf yang pertama. Memang anda tidak pernah koreksi diri untuk kata maaf yang telah anda ucapkan pertama kepada saya. Satu kali kesempatan lagi ... padahal itu sudah yang kesekian kali.

Manusia mempunyai kekurangan dan kelebihan, saya pun merasa saya bukan pencipta alam semesta yang selalu benar. ada kalanya saya akan berbuat salah kepada teman saya dan orang lain. Namun ketika itu ada saya harus melakukan koreksi diri bagaimana itu terjadi dan jangan sampai terjadi lagi, karena itulah fungsi saya melakukan koreksi diri pertengah malam untuk mereview kehidupan saya dihari ini. Dengan begitupun saya masih sering melakukan kesalahan, huh dasar manusia.

Kan manusia tempatnya salah dan dosa, yah enggak terus - terusan kaleeeeee. Satu dua kali masih maklum namun kalau sampai beberapa kali itu yang harus dipertanyakan apakah tugas kita hidup itu membuat salah dan dosa.

Akhir - akhir ini banyak pelajaran yang diberikan oleh alam sekitar untuk saya pelajari kembali. Dimana alam mulai tegas mengambil sikap pada saat terusik, dimana alam mulai berubah dengan bahasa climate Change, dan kita pun harus demikian ekstrimnya merubah sikap kita untuk menjadi hal yang bisa berguna bagi orang lain. Saya hanya ingin bisa membantu dan mengemban amanah yang diberikan Sang Kuasa kepada saya atas kerjaan yang diberikanNYA. Maka saya tidak bisa membela satu orang untuk merugikan banyak orang. Saya tidak berfikir untuk diri saya sendiri tapi untuk semua. Agar tercipta suasana kerja yang harmonis. Saya sudah memberikan warning sebelum saya berlari. Saya sudah bicarakan bahwa ini akan saya arahkan kepada arah yang lebih baik. dan saya sudah menjelaskan tentang rencana kedepan, kayaknya saya sedang curhat yah.

Ya sudahlah, yang paling penting untuk saya adalah memberikan kesempatan kepada orang yang ingin berusaha untuk membuat maju mulai dari pemikiran sampai membuat rencana hidup. karena menurut saya hidup ini adalah perbuatan, Ups kayaknya kenal deh kata - kata ini. tapi memang begitu saya berprinsip dari umur 10 tahun. Saya sudah sering lihat lawakan maaf dari semenjak saya kecil duduk dibangku SD, Saat teman saya diminta untuk meminta maaf ketika dia bertengkar dengan anak kelas lain, maka berjabat tanganlah mereka lalu selesai sekolah bertengkar lagi .... yah so ? itu lawakan SD menurut saya.


Salam Kreatif,



@rie Fabian .

Reaksi Tulisan :

2 comments:

Semoga artikel ini dapat bermanfaat.Terimakasih atas kunjungan Anda silahkan tinggalkan komentar dibawah ini.