Iklan :

11 Agustus 2013

Ironi Tradisi Mudik Idul Fitri


Mudik merupakan salah satu tradisi didalam menyambut Hari Raya Lebaran atau Idul Fitri. Kita memang bangsa Timur yang memiliki tradisi silahturahmi sangat kuat. Menyambangi orang tua yang menetap didaerah memang seakan menjadi satu kewajiban yang harus dijalankan oleh khalayak ramai warga Jakarta. Beranjak dari Jakarta menuju kampung dilakukan disetiap Hari Raya Idul Fitri ini. 


Hanya saja berkali-kali kita mendengar buah hasil dari Hari Raya ini menyisakkan tangis luka yang mendalam. Beberapa kecelakaan kerap terjadi pada saat menjalankan tradisi "pulang kampung" ini. 

Terkadang saya menerima itu adalah bagian dari musibah, akan tetapi ada beberapa kasus yang memang seolah-olah dibuat dan direncanakan sendiri. Pertanyaannya kok bisa ? 

Menjalankan kebiasaan pulang kampung menggunakan kendaraan pribadi memang kerap dilakukan oleh beberapa mudikers (para pemudik) yang bertolak dari Jakarta menuju kampung kesayangan mereka. Jika itu dilakukan dengan sebuah persiapan yang matang sih tidak jadi masalah, yang jadi masalah masih banyak saja para pemudik yang menyepelekan hal-hal yang menurut saya dapat memicu terjadinya kecelakaan diluar sana. 

"Kok kamu tidak mudik ?" saya bertanya kepada kawan saya yang biasanya menjalankan mudik disetiap lebaran. 

"Saya tidak punya uang yang cukup, daripada saya merepotkan jalan kesana, lebih baik saya mengangkat telpon dan bersapa lewat udara mengucapkan Minal Aidzin Wal Faidzin". 

"Kan pulang kampung bisa dilakukan setelah lebaran setelah rezekinya cukup", lanjutnya. 

Ini cerdas menurut saya, karena memang beginilah seharusnya. Bukan melarang untuk berlebaran kekampung halaman, hanya saja jika kita terlalu memaksakan diri untuk bisa kesana dengan kondisi yang tidak prima (baik uang maupun fisik) maka kita akhirnya akan merepotkan saja. 

Saya tahun ini tidak melakukan ritual pulang kampung juga, dikarenakan bayi saya baru berusia 3 bulan. Dan jika saya paksakan juga kesana maka terlalu riskan untuk kesehatan bayi saya tentunya. 

Ironinya lagi, banyak orang tua yang ingin mencelakakan anaknya pada saat mudik lebaran dilakukan. Menggunakan sepeda motor dengan melebihi kapasitas penumpang yang diharuskan. Lihat gambar dibawah yang saya ambil dari beberapa media dan google.





Berpenumpang 4 orang bahkan lebih, meletakkan anak diatas keranjang atau kardus, demi memaksakan untuk pulang kekampung halaman. Bagaimana perasaan Anda ? 

Siapa yang harus disalahkan jika terjadi kecelakaan ? 
Bukannya si pengemudi ? 

Sepakatnya saya bisa bilang ini adalah ulah orang tua yang tidak bijak dalam memilih seberapa besar manfaat dan seberapa besar mudharatnya. 

Sekali lagi saya sangat menyarankan untuk pulang kampung untuk bersilahturahmi kepada keluarga yang ada didaearah sana. Akan tetapi saya juga meminta kita sama-sama berfikir, waktu mudik itu setahun sekali, kalau memang niat ingin mudik kita bisa mengumpulkan uang agar bisa cukup naik sarana umum seperti kereta api, pesawat ataupun kapal laut. 

Kalau memang ingin kekeh membawa sepeda motor kesana, bisa dilakukan dengan menaikkan sepeda motornya keatas kereta api dan mulai mengendarai sesampainya disana. Resiko kecelakaanpun lebih kecil tentunya. 

Masa untuk kesalamatan diri sendiri harus dibuatkan undang-undang mudik lagi, nanti makan anggaran banyak lagi. 

Kalaupun akhirnya kita memang memiliki hobi mengendarai sepeda motor, maka lakukanlah dengan bijak dan memikirkan keluarga yang kita bawa. 

Ada beberapa kawan saya yang bilang, kalau mudik menggunakan motor bukan capeknya yang difikirin tapi "macho" man. Dan itu terkadang membuat orang disana menjadi terkagum-kagum karena melihat kita mengendarai sepeda motor untuk mudik. 

Jakarta - Jogja bukan jarak yang dekat untuk dilakoni dengan menggunakan sepeda motor. Butuh persiapan fisik yang prima, spare part yang siap, dan uang yang cukup untuk mengisi bensin. Dan saya mengajak Anda berfikir bersama, bagaimana dengan fisik Anak yang masih berusia kurang dari 10 tahun untuk disertakan diacara mudik mengendarai sepeda motor ini ? 

Saya rasa jawabannya sepakat, "Nyiksa" .......

Saya fikir beberapa perusahaan swasta pun sudah melirik ini dijadikan program CSR mereka. Mudik gratis kita sudah sering dengar tentunya. 

Untuk tahun ini saja jika kita lihat mudik gratis bisa dilihat disini : 
http://blogginmum.blogspot.com/2013/07/info-mudik-gratis-2013.html

Disana kita bisa melihat sudah banyak Perusahaan yang memperhatikan keperluan dari masyarakat atau konsumennya untuk melakukan mudik gratis. 

Belum lagi acara yang digelar oleh pemerintahan seperti Dep. Perhubungan dan lain-lain. Itu bisa jadi salah satu alternatif untuk kita semua dalam melakukan aktifitas mudik kita disetiap tahunnya. 

Yuk sudah saatnya kita bijak dalam merencanakan acara rutin tahunan mudik kita. Fikirkanlah dengan baik tentang keselamatan kita, keluarga, dan orang lain. 

Jika terjadi kecelakaan dijalan, tentunya bukan hanya kita saja yang repot, akan ada orang lain yang akan kita repotkan, minimal pak polisi bukan ? 






Pastikan semua bisa selamat sampai tujuan, dan dapat bersilahturahmi bersama keluarga disana. Walaupun Polri mengumumkan tingkat kecelakaan turun 19 persen pada lebaran tahun ini, akan tetapi jumlah kecelakaan sepeda motor masih diatas 1000 kasus kecelakaan. Dan kita tentunya tidak mau kita merupakan bagian dari 1000 itu bukan ? 

Maka selalu mengendara dengan aman (safety Ridding) dan rencanakan dengan matang dalam melakukan aktifitas setahun sekali ini. 







Salam Kreatif, 



@rie fabian -









Reaksi Tulisan :

0 comments:

Posting Komentar

Semoga artikel ini dapat bermanfaat.Terimakasih atas kunjungan Anda silahkan tinggalkan komentar dibawah ini.