Iklan :

5 Juni 2013

Teori Warna yang diterapkan pada Website



Warna memang salah satu pembahasan yang selalu menarik untuk dibahas. Apalagi bila kita berbicara tentang konsep design, semuanya sudah hampir dipastikan akan ada pembahasan akan warna. Kalau dalam pembahasan sebelumnya saya sudah berbicara tentang beberapa rumusan warna, maka sekarang saya akan membahas sebuah konsep warna yang sudah diterapkan kedalam sebuah website. 

 

Konsep warna website diatas menggunakan rumusan monochromatic.Yaitu terdiri dari satu nuansa dan tint yang sama. Menenangkan dan berwibawa, nuansa warna ini seakan memberikan ketenangan.


Analogus (Warna Analog), adalah merupakan warna yang berdekatan satu sama lain dalam roda warna(lihat pada pembahasan sebelumnya). Kombinasi warna ini memberikan pencerahan dan cenderung sangat mudah diterima oleh mata. 


Komplementer, Skema warna komplementer dibuat dengan warna yang saling berlawanan satu sama lain dalam roda warna. Seperti warna diatas (biru dan Orange). Satuan warna ini akan terlihat energik dan lebih hidup. 


Untuk Skema warna diatas menggunakan skema Split Analog, dimana dia memiliki satu warna utama  dan dua warna satu ruang jauh dari itu disetiap sisi roda warna. 


Siapa yang bisa menebak skema warna diatas ? 

Yup benar sekali, website diatas menggunakan skema warna Split komplementer. Dimana kita bisa melihat ada beberapa warna yang memang berlawanan, dan ada beberapa warna yang memang terkesan monochromatic. Skema warna ini memang memliiki keunggulan tersendiri dan canggih. Tapi jika kita tidak bisa membuat split nya maka akan cenderung tidak bersahabat dengan mata. 





Salam Kreatif, 



@rie fabian -





Reaksi Tulisan :

2 comments:

  1. Kalau menurut saya yang paling bagus yang perpaduan analogus, soalnya tidak berkesan rame, tapi tetep elegan... Kalau saya ndesain buku atau brosur, selalu pake perpaduan warna ini mas, lebih enak buat nyari warnanya.....

    BalasHapus
  2. Tidak ada salah dan benar dalam membuat sebuah design. Yang penting apa yang kita buat satu persepsi dengan client. Karena dalam design sendiri tidak memiliki aturan yang mengikat apapun. semua teori dibuat untuk mendekatkan persepsi agar satu komunikasi dapat berujung menjadi satu visual yang baik bagi kedua belah pihak.

    Salam kenal mas Agus.


    @rie fabian -
    www.fabianstudio.biz

    BalasHapus

Semoga artikel ini dapat bermanfaat.Terimakasih atas kunjungan Anda silahkan tinggalkan komentar dibawah ini.