Iklan :

19 November 2012

Tentang Distribusi Produk


Branding sebuah warteg diserahkan kepada Fabian Studio. Jika bicara branding, maka kita membicarakan banyak hal. Sebuah warteg ingin di Branding untuk Produk Enstrostop. Dimana kita kenal produk tersebut begitu legendaris, dari jaman saya kecil sampai sekarang Produk itu terus tumbuh diantara kita. 

Kerjaan Branding warteg itu dibagi menjadi 3 Pekerjaan, yaitu : Pengecatan, Printing dan Konstruksi. Dan kali ini saya ingin bercerita tentang pengalaman saya didalam proses pengecatan. Begitu FA diserahkan kepada kita, maka saya mulai melihat Colour Guide untuk Brandingnya. Disana saya melihat warna Coorporatenya si Enstrostop adalah orange.

Ada 3 warna yang akan saya gunakan untuk proses pengecatan pada warteg tersebut. Warna itu adalah orange, Merah dan Kuning. Setelah mendapat acuan warnanya maka saya bergegas masuk kedalam toko bangunan disekitaran Kunciran, Tangerang. 

Saya langsung masuk dan bertanya tentang warna yang akan saya gunakan. Lalu sang pemilik toko bangungan memberikan saya sebuah palete warna dari Dulux. Saya langsung melihat warna orange yang akan saya gunakan ada disana. Selain warna orange, merah dan kuningnya pun pas alias cocok dengan yang saya akan gunakan. 

Dulux memang belakangan ini serius mengembangkan varian warna yang luar biasa. Jika kita sebelumnya melihat sebuah warna pada cat tembok yang hanya itu itu saja, sekarang Cat itu mulai mengeluarkan banyak variasi warna. Banyak warna - warna yang sangat unik diciptakan oleh Produsen Cat yang satu ini. 

Bukan hanya membuat, tapi saya pun bisa mengoplos langsung warna bilamana mereka tidak memiliki palletenya. Itu berarti saya bisa membuat oplosan cat sesuai dengan perencanaan yang saya punya. 


Saya menggunakan warna orange dengan kode Pumpkin Orange 47527, untuk Red nya saya menggunakan Red Vermelon, dan kuningnya saya tunjuk Sunshine Canary 45587. Setidaknya itu pilihan saya atas warna yang akan saya gunakan untuk proses Branding untuk Warteg ini. 

Lalu saya memotretkan warna dan kodenya kepada Client saya menggunakan Blackberry Massanger. Tidak lama client pun menyetujui ketiga warna yang saya pilih. Itu tandanya saya sudah bisa membeli cat yang akan saya gunakan. 

Tidak lama saya menghitung kebutuhan Cat yang akan saya gunakan, yaitu 14 kaleng Cat Orange, 5 kaleng Cat Merah, dan 2 kaleng cat kuning. Cat yang saya gunakan adalah jenis Cat kayu atau besi, itu dikarenakan kita hanya memiliki waktu pengecatan mulai dari jam 19.00 - pagi. 

Jika saya menggunakan Cat tembok, maka akan memakan waktu yang sangat lama. Karena prosesnya akan ada pengerokan dari cat lama terlebih dahulu. Jika saya menggunakan Cat yang berjenis minyak ini maka saya hanya perlu mengerok bagian yang memang sangat perlu untuk dikerok saja (tidak semuanya). 

Akhirnya saya memesan kepada toko bangunan dengan jumlah yang saya perlukan. Tapi yang terjadi, Orange disana tinggal 5 kaleng, dan merahnya kosong, kuning pun hanya ada 1 kaleng. Ok .... , saya tidak berasa panik, akhirnya saya catat kode warna yang sudah diapproval dari client saya tersebut. Maka saya hanya membeli yang mereka punya. 

Lalu saya bergegas melingkari sekitar komplek saya, disana terdapat hampir 10 toko bangunan. Kayaknya makin subur, tanpa sadar saya sudah mensurvei toko bangunan disekitar komplek saya tinggal. Kenapa sampai saya menghitung tokonya ? benar sekali, itu dikarenakan Cat yang saya ingin beli tidak ada. 

Tidak semua toko bangunan memiliki Cat Dulux, dan kalaupun ada tidak semua toko bangunan memiliki Stok Cat sesuai dengan palet yang mereka miliki. Akhirnya saya tidak mendapatkan tambahan 1 kaleng cat pun. Saya mulai berasa kesulitan dalam mencari apa yang sudah disetujui oleh client saya ini. Merubah merk takut ada perubahan dari jenis cat yang akan saya pakai untuk kebutuhan branding warteg ini. 


Akhirnya saya sudah merasa putus asa oleh para penjual material bangunan disekitar komplek saya. Lalu saya memutuskan untuk belanja di Depo Bangunan. Dimana untuk tempat sebesar itu, maka mustahil dia tidak ada. 

Pergilah saya dengan tim ke Depo Bangunan dikawasan Serpong. Lalu saya masuk kedalam dan langsung menuju ke Bagian Cat Dulux. Saya berikan kode warna yang saya sudah pilih ditoko bangunan tadi. 


Alhasil ...... 


Merah dan Kuningnya tidak ada !!!!
Waduw, namun kelebihan belanja di Depo Bangunan ini kita bisa memiliki alternatif lainnya. Akhirnya saya memesan warna orange sebanyak yang saya butuhkan. Bagusnya ada dan stock nya cukup untuk kebutuhan saya. Tapi begitu orang disebelah saya memesan warna yang sama, mereka (orang dulux) bilang stocknya tinggal 5, berarti memang ini pertanda mereka tidak menyediakan stock banyak. 

Untuk warna merah dan kuningnya saya gunakan merek lain, itu disebabkan saya tidak bisa mendapati pada merek dulux yang sudah di setujui oleh client. Itu menjadi mudah karena setiap gerai Cat yang ada di Toko bangunan tersebut menyediakan palete warna. Lalu saya tinggal memilih warna merah yang disetujui oleh client saya, begitu juga warna kuningnya. 


Satu gebrakan luar biasa dari Dulux tentang warna memang sudah tidak diragukan kembali. Itu menandakan bahwa memang mereka serius dan selalu inovatif didalam mengembangkan usahanya. Tapi kita bisa lihat, dimana proses akhirnya saya membeli bukan merek Dulux, bukan karena permasalahan harga, karena menurut saya untuk kepuasan client saya tidak mempermasalahkan harga. Dan melalui beberapa perbincangan saya dengan client saya sebelumnya, mereka menginginkan Cat yang saya gunakan adalah Dulux. 

Adapun akhirnya saya membeli merek lain itu dikarenakan sistem distribusi mereka memang belum 100 persen siap. Saya melingkari beberapa toko material disekitar rumah saya, dan yang saya dapati mereka tidak menyimpan merek Dulux. Mudah - mudahan ini bisa menjadi dasar riset Dulux untuk daerah Kunciran dan sekitarnya. 

Bahkan di Toko sebesar Depo Bangunan saja untuk warna Merah dan Kuningnya tidak terdapat stock sama sekali. Padahal Palete warna yang mereka berikan kepada calon pembeli sudah sangat lengkap. Dan yang celakanya lagi saya tidak diberikan solusi apa - apa, jawabannya sudah habis saja. Dan saya menangkap isyarat bahwa itu tandanya saya harus menggunakan merk lain. 

Dimana peranan distribusi juga begitu penting untuk menghadapi permasalahan penjualan. Brand sudah sampai kebenak masyarakat, Pomosi yang gencar sudah mengetuk pintu - pintu calon pembeli akan tetapi ketika ingin dibeli barangnya tidak ada, maka keputusan konsumen untuk membeli merk itu tidak clossing. 

Jadi varian dari sebuah keseluruhan penjualan bukan hanya kepada Design yang bagus, proses branding yang luar biasa, melainkan banyak faktor yang menentukan dari konsumen untuk membeli produk kita apa produk yang lain. 




Salam Kreatif, 



@rie fabian - 










0 comments:

Posting Komentar

Semoga artikel ini dapat bermanfaat.Terimakasih atas kunjungan Anda silahkan tinggalkan komentar dibawah ini.