Iklan :

28 September 2012

Blackberry Versus Android

Topik ini memang sangat ramai dibicarakan oleh orang banyak. Dimana pasar ponsel di Indonesia bergerak dinamis dan tidak lagi termonopoli oleh beberapa vendor besar seperti Nokia, seperti yang terjadi di tahun 1998 an. Kini kita bisa melihat pergerakan Blackberry yang memulai produknya dengan bb 7730 di Indonesia. 

Dimana pada saat itu belum banyak orang mengenal kata blackberry. Lalu Juni 2008 bb mengeluarkan paket internet servicenya. Ini dibarengi dengan fitur BBM dan mulai dari situlah nama Blackberry melejit naik dan mendapatkan awarness dari masyarakat Indonesia.

Dimana BBM (Blackberry massanger) bisa menjadi satu diferensiasi yang kuat yang bisa mengguncang singgasana Nokia dan kompetitor lainnya. Kita merasakan betapa BBM cepat menjadi happerning pada beberapa saat. Dalam kurun waktu kurang dari 1 tahun bbm memiliki sabuah penggemarnya sendiri. 

Seakan meninggalkan Nokia, Blackberry menjadi pemimpin pasar dalam hal Ponselnya. Bekerja sama dengan beberapa vendor penyedia jasa telekomunikasi membuat langkah Blackberry terlihat semakin cerdas dan didepan. Kita sangat ingat ketika Blackberry menawarkan kemudahan browsing, YM dan Gtalk dengan berlangganan paket internet. Pada saat itu kompetitornya belum menggunakan strategi tersebut. Mereka (Sang Kompetitor BB) mengandalkan sistem browsing per kb per browsing. 


Karena cara itu sangat menyebalkan, dimana kita berasa sangat cepat kehilangan pulsa hanya untuk browsing. Berbeda dengan BB yang selalu bisa online dengan paket 80 - 100 rb perbulan. Oktober 2009 Blackberry meluncurkan App Worldnya. Kini kita bisa mendownload aplikasi untuk BB kita dengan mudah, karena semua terkumpul disana. 

Jika saya pribadi pindah dari Nokia ke Blackberry, itu dikarenakan fitur blackberry yang lebih menantang dibanding Symbian dan juga memang ingin mengkuti trend Bbm, dimana sepertinya komunikasi memang belum lengkap tanpa bbm. 

Sebenarnya Android pun sudah memulai pada bulan Juni 2009, tapi masih belum mendapat minat dihati masyarakat. Pada saat itu HTC yang mengusung Android untuk dijadikan platform dari Handphonenya. 

Cikal bakal android mulai membumi di negeri kita ini diawali dengan bundling harga promosi Nexian. Pada saat itu Nexian mengeluarkan series Android dengan bundling harga 1 juta. Dan pada saat itu saya ikut melihat animo masyarakat pada saat Pekan Raya Jakarta 2 tahun yang lalu, orang yang ingin membeli ponsel Nexian dengan Platform Android berharga satu juta yang mengantri ingin belinya bisa sampai ratusan orang. 



Antrian panjangan tidak terelakkan, dan berdesak - desakan sangat menjadi kemungkinan terburuk oleh skenario ini. Pada saat itu mulailah Android memasyarakat. Lalu fase kedua ditandai dengan mulainya ponsel ponsel Galaxy series yang dimiliki oleh Samsung. 

Pada saat itu masyarakat melihat Galaxy series itu sangat mirip dengan i phone. Dimana kita tahu lah betapa i phone seperti barang ekslusif yang jarang dijamah oleh masyarakat kelas bawah. Tadinya saya kawatir kalau barang ini (Galaxy Series) tidak bisa meresap dikalangan bawah, karena elegannya. Tapi lagi - lagi harga yang mendorong mereka untuk bisa diminati oleh konsumennya. 

Android memang luar biasa semenjak itu, Aplikasinya banyak yang bisa kita unduh secara gratis dari Andorid marketnya. Lalu ditambah lagi dengan adanya aplikasi Whats App yang mulai meruntuhkan tembok berlin alias Blackberry Massanger, karena sifatnya whats app adalah multi platform, bisa digunakan menggunakan platform apa saja, tidak seperti dari bb ke bb. 

Whats App sangat dirasa menguntungkan posisi Android untuk merajai pasar. Setelah kiamat datang bagi Blackberry, barulah mereka terlihat mati - matian terus membranding Image dengan mengeluarkan beberapa series barunya. 

Namun seperti kehilangan akal, Blackberry mengalami pemerosotan baik secara penjualan maupun image sangat drastis. Dimana sekarang kita bisa melihat rata-rata masyarakat Indonesia mulai beralih kepada Android atau si Robot Hijau. Seperti terlihat tidak bisa bersaing, Blackberry mengeluarkan Os 7 nya yang memiliki keunggulan dapat menjalankan Aplikasi Android. 

Tapi lagi - lagi ini dirasa gagal, karena awarness nya sangat kecil pada konsumennya. Bila saya amati beberapa anak muda mulai membicarakan dan menggunakan Android, mulai dari ponselnya yang memiliki banyak varian sampai dengan Aplikasinya yang bisa membuat kita terlibat (open Source) atau memang kita unduh dengan mudah, dan itu banyak yang gratis. 


Ini memang sebuah evolusi besar bagi pasar di Indonesia sekaligus menandakan bahwa konsumen Indonesia sudah mulai pintar dalam memilih ponsel. Seperti bertukar tempat, kini Blackberry Massanger hampir menjadi sejarah. Beberapa eksekutif muda dibilang ketinggalan jaman jika belum menggunakan Android. Sensasi Robot Hijau ini memang luar biasa. 

Tapi memang Robot Hijau ini juga masih banyak memiliki kekurangan dan ketakutan besar untuk pengembangannya. Selain menerima tuntutan dari Apple atas peniruannya terhadap i phone nya secara system, dia (Android) juga ternyata  dituntut juga oleh Java Application System serta Microsoft untuk beberapa aplikasi tertentu. 

Tuntutan yang tidak kunjung selesai membuat Robot Hijau ini terus tersandung, baik masalah hak paten maupun penjualan Produknya. Karena kita sama - sama tahu bahwa dibeberapa negara Apple menang banding, yang mengakibatkan Samsung Galaxy Notes 10.1 tidak bisa beredar dibeberapa Negara. 

Kita bisa melihat sekarang, dimana sebuah pelayanan yang baik sangat diperlukan bagi seorang konsumen. Dimana kita pernah dengar, pihak RIM diminta membuka gerai sendiri saja berfikir sangat lama. Seperti Arogan karena merajai pasar berasa memiliki sebuah pilihan. 

Lalu sebuah Inovasi juga tidak kalah penting dengan pelayanan. Kita sama - sama tahu ponsel sudah menjadi basis teknologi yang dapat digenggam ditangan. Jika kita bicara teknologi, maka kita bisa bayangkan sebuah pemikiran cepat dan berkembang pesat. Seperti terlihat tidak siap dengan resiko itu maka blackberry saya nyatakan pribadi tidak berkembang. 

Bahkan seperti terlihat panik, Blackberry memecat 2 orang CEO nya. Dapat melayani kebutuhan konsumen dalam teknologi memang sangat dinamis. Bergerak cepat seperti yang saya bicarakan diatas. Jadi jika kita memiliki kompetitor selincah Android dan kita bersikap seperti Blackberry maka hampir bisa dipastikan nasib usaha kita akan "mengambang" seperti Blackberry sekarang ini. 

Prediksi saya jika Blackberry tidak bisa menjawab teka - teki ini tidak menutup kemungkinan dia akan gulung tikar di Republik ini. 




Salam Kreatif, 



@rie fabian - 










Reaksi Tulisan :

6 comments:

  1. Menarik sekali bahasan ini..
    Saya terkagum-kagum dengan perubahan tren yang terjadi di masyarakat. Namun sementara ini saya menjadi penonton saja bagi BB dan Si Robot hijau. Masih bertahan di ponsel jadul :D

    BalasHapus
  2. Tp kayaknya pasar android bakal tetep melonjak bbrp thn ke depan, mengingat hp2 kelas low cost udah mulai nanam OS ini! BB lewat... ;-)

    BalasHapus
  3. pilih android ahh,,,pake BB takut kena autis. hehehee

    BalasHapus
  4. Kakasin >> Tetap kekeh, tapi memang beberapa tetap bertahan, karena memang sebenarnya kebutuhan kita tidak bertambah, melainkan merekalah yang menambahkannya selalu.


    @rie fabian -
    www.fabianstudio.biz

    BalasHapus
  5. Eksak >> Saya percaya itu .... karena memang mereka sangat energik. Dan kabarnya beberapa programmer dari Apple memang diboyong oleh google untuk membuat kompetitor dari Apple.


    @rie fabian -
    www.fabianstudio.biz

    BalasHapus
  6. bloekoetoek blogonol >> tergantung pelaku kayak om. Karena keduanya bisa membuat orang menjadi Autis.


    @rie fabian -
    www.fabianstudio.biz

    BalasHapus

Semoga artikel ini dapat bermanfaat.Terimakasih atas kunjungan Anda silahkan tinggalkan komentar dibawah ini.