Iklan :

16 Agustus 2012

Lebih Murah (Katanya)


" Res, sekarang hardisk Laptop yang kayak kamu beli tahun kemarin lebih murah loh, ada discount gede-gedean "

Setidaknya begitulah kawannya Reski berkata.

Oke kita highlight kembali kata - kata tadi : Laptop yang kamu beli TAHUN kemarin lebih murah loh ......  bagitu bukan kata-katanya ? 

Anda merasakan ada keganjilan pada kalimat diatas ?

Sekarang begitu kawannya Reski membeli, maka Laptop yang dibelinya tidak bisa digunakan untuk Install game yang baru sekarang. Dan itu merupakan series lama yang memang sudah harus turun harganya, jadi dimana discountnya. 

Oke, sekarang saya berikan Analogi yang kedua bila kurang jelas. Hardisk 100 Gb pada tahun lalu sudah paling besar. Harga hardisk 100 Gb tahun kemarin 500 ribu Rupiah, lalu apakah tahun depan akan mencapai harga yang sama ?

Jawabannya sudah pasti TIDAK, iya toh ? 

Karena tahun depan harga hardisk yang 500 Ribuan itu adalah 500 Gb. Jadi itu bukan turun harga namanya bukan ? 

Jadi kata - kata "Lebih murah" sekarang sudah terikat oleh ruang dan waktu, apalagi jika itu memang sebuah barang yang berjenis elektronik. Dimana waktu bisa menjadi entitas pembanding dalam menentukan murah atau tidaknya sebuah barang elektronik tersebut. 

"Saya membeli hardisk 100 Gb, harganya 500 ribuan, murah bukan ? " 

Saya menjawab, itu tidak murah, karena hardisk sekarang sudah sampai 1 Terabyte, buat Hardisk "sekecil" itu sekarang 500 ribuan itu mahal pastinya. 

Sering sekali saya mendengar seseorang berbicara kepada saya tentang murahnya sebuah harga pada saat kawan saya membeli sesuatu, padahal jika kita teliti kembali ternyata itu mahal hitungannya. 

Jadi jika Anda tertarik oleh kata diskon, yang pertama kali Anda lakukan adalah teliti kembali barang yang diberi label diskon tersebut. Karena sekarang memang banyak sekali barang yang diberikan Label bertajuk Discount. Apalagi mau lebaran gini, hampir rata-rata satu toko memajang label discount, baik yang di Mall kelas A sampai dengan kelas C. 

Karena Label yang bertajuk discount ini masih menjadi daya tarik sendiri bagi calon pembeli. Minimal mereka pasti memasuki toko Anda ketika Anda memajang Label discount. 

Padahal slogan "Teliti dahulu sebelum membeli" pasti kita tahu. Saya yakin bener itu pasti kita tahu. Tapi begitu kita melihat kata discount, terkadang ingatan itu seperti dihapus dari memori kita. Perasaan yang ada pasti takjub dengan harga yang mereka tawarkan, padahal itu tidak bisa dibilang murah. Tapi karena terbius oleh Brand langsung saja kita beranggapan itu murah. 

Walau cerita saya diatas tidak bisa diimplementasikan kepada semua produk, tapi setidak-tidaknya saya hanya ingin mengingatkan bahwa kata discount itu sudah sangat relatif menurut saya. Bahkan terlalu biasa. 

Bahkan ada yang luar biasa, beli 2 gratis satu. Harga dua barang tersebut sudah dikalikan tiga dibagi 2, sama aja bukan. 

Beberapa macam trik pedagang mengundang minat beli untuk calon pembelinya. Maka dari itu ketika posisi kita menjadi seorang pembeli maka jadilah pembeli yang cerdas. Karena tidak ada Aturan yang mengatur tentang kebohongan discount itu sendiri, lagi - lagi kitalah sebagai pembeli yang memang harus teliti sebelum membeli. 

Setidaknya itulah cerit@rie hari ini. 



Salam Kreatif, 



@rie fabian - 

2 comments:

  1. hehe. biasanya sih karena diskon itu emak2 jadi hobi belanja. adahal kadang juga ga terlalu penting barang yang dibeli :D

    BalasHapus
  2. hik hik hik ...


    @rie fabian -
    www.fabianstudio.biz

    BalasHapus

Semoga artikel ini dapat bermanfaat.Terimakasih atas kunjungan Anda silahkan tinggalkan komentar dibawah ini.