Iklan :

13 April 2012

Tuhan Mengukur Tindakan Kita


Ketika dalam beribadah selalu banyak doa yang kita pintakan kepada Tuhan, ketika itu kita tidak sadar sudah berapa banyak doa yang selalu kita eluhkan kepadaNYA. Dan dari hari ke hari doa itu pun tak kunjung terwujud, lalu yang kita lakukan selalu menyalahkan kembali kepada sang penerima Doa. 

Lihatlah apa yang telah banyak terjadi kepada kita, lihatlah dimana malas telah berevolusi didalam diri kita, sadarkah kita ?

Pada saat Kita berdoa, sesungguhnya Tuhan memang selalu mendengarkan, dan ketika doa kita diuji olehNYA apa tindakan kita ? Ya, benar sekali, kita tidak melakukan tindakan yang mendukung akan doa kita. Kita berdoa agar dapat pekerjaan, tapi tindakan yang kita lakukan bukannya mencari pekerjaan, kita meminta rezeki kepadaNYA, tapi tindakan kita seolah-olah tidak membutuhkan rezeki dariNYA. 


"Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib satu kaum, kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa yang ada dalam diri mereka" QS  13 : 11 

Itu satu bukti bahwa tindakan kita juga merupakan sebuah variabel pendukung dari doa kita. Jangan kerap kali meminta dengan tidak berusaha, kalau dikabulkan uang turun dari langit nanti kita lagi yang bingung, dan jangan meminta banyak-banyak (serakah) dalam doa, kalau dikabulkan semua kita yang akan lupa "beryukur". 

Lakukan pertahap, satu demi satu, lakukan dan lakukan. Bukan hanya setiap hari kita berdoa lalu esok kita minta kembali tanpa mengevaluasi apa yang pernah kita pinta. Tindakan apa yang sudah kita lakukan untuk mendukung doa kita. 

Sudah keraskah usaha kita ? 
Sudah maksimalkah tindakan kita ? 

Lalu kenapa kita cepat mengeluh, bahwa doa kita tidak terdengar, lalu langsung mencari sebuah petunjuk lewat buku, internet dan media lainnya, "cara ampuh berdoa" ? 

Cara berdoa memang masing-masing mempunyai cara. Tapi keyakinan itu belum tentu dimiliki persis dari pembaca suatu artikel dengan sang penulis petunjuk itu sendiri. Terinspirasi sidang jum'at yang saya ikuti tadi, membuat saya berfikir, jangan-jangan memang saya terlalu serakah dalam meminta. 

Sudah sepantasnya kita membicarakan sebuah evaluasi diri dalam satu minggu sekali (hari Jum'at). Mengevaluasi sebuah ambisi yang terjadi terus menerus dalam kehidupan kita maupun keseharian kita. 

Hanya sekedar Intropeksi untuk diri sendiri, jika memang tidak berkenan silahkan pindah kepostingan yang lainnya. 



Salam Kreatif, 


@rie fabian -

Reaksi Tulisan :

4 comments:

  1. cara ampuh berdoa? hehehe... ampuh buatmu belum tentu ampuh buatku, kurang lebih begitu kali ya kang :)

    BalasHapus
  2. Kira-kira begitu kang ...

    Soalnya sekarang banyak orang yang berbicara tentang keyakinan yang belum tentu bisa kita yakini sebagaimana mereka yakini, walau agama dan kepercayaannya sama.

    Salam Kreatif,

    @rie fabian-

    BalasHapus
  3. Menundukkan kepala..

    MAkasih sudah mengingatkan..

    BalasHapus
  4. sama-sama mbak, saling mengingatkan saja yang enak.


    Salam
    @rie fabian -

    BalasHapus

Semoga artikel ini dapat bermanfaat.Terimakasih atas kunjungan Anda silahkan tinggalkan komentar dibawah ini.