Iklan :

23 Maret 2012

Berbeda Pendapat



Sesudah lulus kuliah, teman saya mampir ketempat saya dan kita berbicara ringan. Sampai ada pembahasan perbedaan pendapat antara dia dengan orang tuanya. Perbedaan pendapat ini berawal dari sudut pandang, dimana ia sangat ingin sekali setelah selesai kuliah, dia ingin menjadi pengusaha, Namun sang orang tua ingin ia bekerja kantoran. Lalu dia meminta pendapat saya saat itu. 

Bekerja kantoran dengan menjadi pengusaha merupakan satu hal yang sama jika menurut saya, adalah sebuah proses untuk mencari rezeki. Memang beberapa pandangan orang tua menginginkan sang anak jika sudah lulus kuliah dapat bekerja disebuah kantor yang bonafid, untuk berpandangan usaha sangat jarang. Ini tidak sepenuhnya salah jika menurut saya.

Namun seharusnya sang orang tua juga harus mempertimbangkan need's nya sang anak, dimana jika memang tekadnya ingin menjadi pengusaha seharusnya diuji terlebih dahulu, jangan langsung dipatahkan. Memang Jiwa muda memiliki kelabilan dalam membangun sebuah usaha untuk dirinya sendiri. Tapi semuanya jika kita sebagai orang tua, bisa melihat dan menguji terlebih dahulu sampai dimana tekad sang anak ini. 

Saya termasuk salah satu produk yang demikian adanya, berbeda pendapat dengan orang tua. Pada saat itu orang tua saya sangat keras menginginkan saya untuk bekerja pada sebuah perusahaan, namun tetap saya ikuti. Saya bekerja dengan niat untuk mencari pengalaman untuk membuka usaha saya sendiri. 

Namun setelah 1 tahun saya akhirnya keluar dan mencoba membangun usaha saya sendiri dengan modal nekad dan diluar dari akademis yang saya pelajari pada saat dikampus. Namun saya punya keyakinan bahwa rezeki yang mengatur adalah sang maha pengasih lagi maha penyayang, saya teruskan tekad saya untuk melanjutkan usaha. 

Setahun kemudian saya menemukan masalah dan akhirnya saya mencari pekerjaan lagi yang sesuai dengan bidang saya yang baru. Saya bertahan satu tahun lagi bekerja untuk sebuah advertising dibilangan Jakarta Barat, lalu saya lanjutkan lagi usaha saya. 

Sekarang saya mendirikan Fabian Studio sudah hampir 5 tahun yang lalu. Yang saya lakukan adalah berusaha dengan sungguh-sungguh dan selalu ingin berkembang. Jadi menjawab pertanyaan kawan saya mengenai berbeda pendapat itu, adalah hal yang wajar.

Kalau menurut saya, jika memang anda tidak terlahir dari keluarga yang memang memiliki basic pengusaha atau orang tua wirausaha, maka saya anjurkan untuk mencoba bekerja terlebih dahulu sesuai dengan bidang yang akan anda usahakan nantinya. 

Itu semata untuk menguji seberapa benar teori Anda untuk mencoba membuka usaha anda nantinya. Muda = idealis itu biasa, lalu langsung bilang ini jalan hidup saya, biarkan saya yang menentukan sendiri, namun idealis juga harus berfikir matang melainkan tidak konyol. 

Jika Anda baru saja lulus kuliah ingin membuka usaha, maka pertanyaan pertama modalnya dari mana ? 

Kerjalah dulu, kumpulkan modal untuk anda membuka usaha anda. Jika Anda harus meminta kembali kepada orang tua anda, amat disayangkan sampai saat ini Anda masih membebani orang tua Anda, padahal mereka sudah membiayai kuliah Anda 4 tahun lamanya. 

Jadi, itulah jawaban yang saya berikan kepada teman saya, sesungguhnya membuka usaha tidak sebegitu mudahnya seperti yang pernah kita bayangkan nantinya. Modal ada tidak bisa disiplin pun akan jadi masalah besar. Untuk masalah disiplin di masa muda biasanya ini masalah yang serius. 

Jika memang Anda memang tetap bersikeras untuk berusaha, maka berusahalah tanpa meminta modal kepada orang tua kembali. Gunakan keahlian Anda secara maksimal untuk mendapatkan modal, baik dari uang yang Anda kumpulkan dari pendapatan per projectnya maupun dari cara Anda membuat sebuah proposal yang ditujukan kepada investor atau penyandang dana. 

"Pokoknya saya harus membuktikan kepada orang tua saya, bahwa saya bisa !!!" Kata kawan saya. 

Belum jadi pengusaha saja dia sudah menantang orang tuanya, bagaimana kalau udah jadi dan sukses ? sebaiknya hal ini jangan pernah sekali-kali Anda lakukan. Walaupun tidak disetujui oleh mereka (orang tua) ada baiknya anda menunjukkan keseriusan anda dengan membujuk dan berpresentasi kepada mereka. 

Itu jauh lebih baik. 

Batu ditetesin oleh air saja lama-lama menjadi bolong juga, apalagi hati orang tua. Kita harus menarik sebuah kesimpulan terlebih dahulu, tujuan orang tua semata-mata untuk kebaikan dan kebahagian kita (sang Anak), maka seharusnya apapun jalannya ketika pencapaiannya adalah baik buat Anda dan Anda bahagia, pasti ujungnya dia akan tetap senang. 

Maka bicaralah dengan kesenangan dan kebahagian bersama mereka. Tunjukkan Anda mampu membuka / membuat usaha sesuai dengan keinginan Anda tersebut. Tapi jangan sekali-kali Anda mempunyai niat untuk menantang orang tua Anda, karena dia bukan musuh Anda. 

Lakukan dengan bijak, sebijak mereka (orang tua anda) merelakan beberapa penghasilannya digunakan untuk membayar kuliah Anda. Bicarakan dengan pelan sepelan mereka menunda kebutuhan mereka mengantarkan Anda kedokter untuk mengobati sakit Anda. 

Coba kita lebih dewasa dalam berfikir, sedewasa Anda menyelesaikan skripsi Anda dan menamatkan kuliah Anda. 

Mari kita selalu tebarkan kebaikan apalagi itu orang tua Anda sendiri, jangan menebar benih dendam hanya karena Anda tidak diluluskan satu permintaan mereka yang sudah lelah menunggu Anda lulus kuliah. 

Maka bahagiakanlah mereka. 


Salam kreatif, 


@rie fabian 













Reaksi Tulisan :

4 comments:

  1. "..Kalau menurut saya, jika memang anda tidak terlahir dari keluarga yang memang memiliki basic pengusaha atau orang tua wirausaha, maka saya anjurkan untuk mencoba bekerja terlebih dahulu sesuai dengan bidang yang akan anda usahakan nantinya.. "

    saya pengen wirausaha dan mencoba anjuran om arie dan coba cari ilmu melalui kerja, tapi kerja saya saat ini sangat berbeda dr cita2 bentuk usaha saya..

    menurut mbah arie fabian yg budiman, bgmna sikap saya..??
    mohon pencerahannya mbah.. saya pengen jadi pengusaha mandiri macam mbah arie.

    BalasHapus
  2. Bisa mengarah kepada bidang yang akan kita tuju sangat bagus, tapi jika memang kesempatannya tidak tercapai dan akhirnya kita kerja pada bidang yang lainnya juga harus kita pelajari. Pasti banyak hal yang akan mengantarkan kita kepada jalan kita nantinya. Ilmu management dan melihat cara pemimpin kita dalam menjalankan perannya itu juga pelajaran, Bukan hanya pelajaran verbal aja, sikap, mengambil keputusan, dan cara komunikasi juga menjadi penting untuk modal kita usaha nanti.

    Saran saya, jalani aja yang sekarang dengan sebaik-baiknya, dan setinggi-tingginya yang bisa dicapai.

    Salam om Alfan.
    @rie fabian

    BalasHapus
  3. Yang pasti perbedaan pendapt itu wajar gan, Tapi, dilarang bagi kita buat berbantah kecuali ada unsur kerugian...

    Berkunjung juga ya ke blog ane

    BalasHapus
  4. Tentang marah >> Makasih Om ..

    Salam Kenal
    @rie fabian

    BalasHapus

Semoga artikel ini dapat bermanfaat.Terimakasih atas kunjungan Anda silahkan tinggalkan komentar dibawah ini.