Iklan :

20 Oktober 2011

Mental Kreatif

Layout by.@rie fabian 
Pada tanggal 2 April 2008, Inkubator Industri dan Bisnis ITB menyelenggarakan Seminar Nasional Industri Kreatif untuk kesejahteraan Bangsa. Ini merupakan Gong pertama bahwa ada penegasan bahwa Kreatif itu sudah menjadi sebuah Industri di Indonesia.

Terbukti sudah mulai dari tahun itu sampai sekarang kita melihat para wakil kita sibuk mencari kegiatan kreatif dalam rangka membobol uang Negara, loh ?? salah yah. Yang benar terbukti bahwa para pelaku kreatif kita sudah mulai banyak yang dihargai sebagai pelaku dari Industri bangsa.

Lalu salah satu misi dari Presiden kita pun mengusung menumbuhkan ekonomi kreatif sampai dibuatkan satu departmen Ekonomi kreatifnya sendiri yang sekarang kita bisa lihat bergabung dengan Dep. Pariwisata dan ekonomi kreatif.

Bila bangsa sudah sangat menginginkan pertumbuhan ekonomi yang kreatif maka yang harus dibenahi sekarang adalah para penghuni dari bangsa itu sendiri yaitu masyarakatnya. Kreatif yang akan saya bahas kali ini hanyalah sekitar industri kreatif dalam bidang seni dan budaya. 

Untuk membuat sebuah usaha duplikasi pekerja kreatif maka harus pula digalakkan seminar tentang pentingnya mental yang kreatif. Sudah saatnya memang kita mengganti mindset kita untuk menuju sesuatu yang bertumbuh dan berkembang dengan menggunakan mental yang kreatif. 

Sungguh besar aset budaya kita, dan sungguh besar karya seni kita dimata bangsa lain. Ini bisa kita gunakan sebagai perangsang dari tumbuhnya industri kreatif yang ada saat ini. 

Indikator dari masyarakat yang kreatif adalah harus mengenal dan mengetahui tentang perkembangan yang sedang terjadi. Banyak hal kita selalu tidak mengetahui berapa mahal karya pahatan Jepara kita yang berada diluar negeri. Itu dikarenakan para pelaku seni di Negeri kita tidak menerima pertumbuhan Tekhnologi yang ada. 

Kreatif itu bukan hanya sekedar di bibir saja. Kreatif itu merupakan implementasi dalam tindakan, pemikiran dan perbuatan, dalam kata lain tidak ada kata menyerah bila kita memiliki mental yang kreatif. 

Mental yang kreatif bisa dimulai dari daya juang dan konsisten. Dimana daya juang kita dapat selalu tumbuh dan tumbuh dan selalu membuat satu inovasi bagi hasil karya kita sendiri. 

Dan konsisten merupakan jawaban dari kemajuan industri kreatif itu sendiri. Terbukti kekonsistensian dari seorang pelaku seni di Negeri kita dibayar mahal oleh Dunia luar karena mereka memang sangat mengerti bahwa hasil kita memang sangat original dan sangat kental dengan budayanya. 

Sudah saatnya kita memang bangga kepada produk kita sendiri, sudah saatnya memang kita bisa menghargai apa yang kita hasilkan dari tangan kita sendiri. 

Maka mental kreatif merupakan hal yang sangat penting untuk menunjang satu industri yang dinamakan industri kreatif untuk menunjang program pemerintah yang bertajuk menumbuhkan ekonomi yang kreatif. 

Beberapa bangsa lain berbicara tentang bertahannya kita dari krisis keuangan global dikarenakan bangsa kita adalah bangsa yang kreatif. Jadi jika bangsa lain saja percaya, lalu ada apa dengan bangsa kita sendiri yang selalu tidak yakin akan hasil dari tangan anak negeri ? 

Itulah yang dinamakan dengan mental kreatif yang ingin saya bahas pada kesempatan dipagi hari ini. Kita memang selalu ditakut-takuti oleh pertumbuhan Negara Cina yang selalu berusaha merusak hasil originalitas kita lewat mesin-mesinnya. Kita selalu saja digoyahkan oleh kuantitas yang hanya menjatuhkan harga kreatifitas bangsa kita sendiri. 

Mulailah menghargai kreatifitas bangsa kita sendiri sebagai langkah awal membentuk satu mental yang kreatif untuk menuju pertumbuhan Ekonomi yang kreatif untuk bangsa kita. 

Berbuatlah untuk Bangsa ini, sesungguhnya kita sudah lama tertidur pulas, bahkan teramat pulas, sampai orang teriak ditelinga kita tetap saja kita berimajinasi dengan mimpi. 


Salam kreatif,


@rie fabian 

Reaksi Tulisan :

0 comments:

Posting Komentar

Semoga artikel ini dapat bermanfaat.Terimakasih atas kunjungan Anda silahkan tinggalkan komentar dibawah ini.