Iklan :

7 Januari 2013

Mengerti itu Ternyata Sulit


Banyak hal yang kita mengerti, namun kita tidak pernah bisa mengerti. Dimana kita sering ucapkan mengerti yang nyatanya  selalu saja kita tidak pernah bisa mengerti. Lalu apa itu mengerti ?  bukankah mengerti akhirnya memiliki banyak Arti. Dimana mengerti itu berada disaat kita selalu merasa kecewa terhadap apa yang akhirnya terjadi tidak  seperti yang diinginkan. 
Kalimat "mengerti" akhirnya belakangan ini sangat sulit saya pahami. Banyak hal yang sepertinya sudah biasa dilakukan, pencitraan, penggelembungan nama baik, hingga akhirnya kata perkata yang keluar dari mulut sudah tidak bisa dibuktikan lagi, terlalu banyak tebar pesona atau terlalu banyak umbar janji akhirnya sama-sama tidak terbukti.

Kita sering kecewa oleh satu janji yang tidak pernah bisa terbukti, tapi akhirnya kita harus "mengerti" dengan penuhnya ketidak mengertian kita atas apa yang pernah diucapkan sebelum ini. Tapi sudahlah apapun yang terjadi memang sudah seharusnya kita "mengerti" atau di mengerti - ngertikan. 

Bagaimana dengan Anda ? 
Bagaimana dengan definisi dari kata mengerti itu sendiri ? 

Bisa gak sih kita selalu berfikir bahwa apa yang selama ini kita mengerti selalu saja membuat kita semakin tidak mengerti. Kok saya jadi bingung yah, apa yang selama ini saya mengerti ? 

Akhirnya nampak seperti kosong tapi isi, dan isi tapi kosong. Ada dan tiada, semuanya akhirnya jadi sulit untuk dimengerti. 

Padahal sudah berapa kali saya membahas tentang ada dan tiada yang selalu saja membuat masalah dalam hidup kita ini. Ritme kita selalu saja terganggu oleh kehadiran ada dan tiada, bahkan sudah semengerti itu saya membahas, tapi pada saat sekarang saya kembali menjadi tidak mengerti. 

Lalu bagaimana dengan orang yang sudah menebar janji ?, 

dan ketika janji itu tidak dapat dia penuhi sendiri, haruskah dimengerti ? 

Ha ha ha ha ha .... lain kali mending tidak usah berjanji bukan ? 

Tapi apapun itu hidup tidak terlepas dari takdir, saya tetap bangga ada di fase seperti apapun. Dimana kekecewaan memang sering sekali melamar kepada saya untuk menjadi teman Abadi, namun berkali - kali juga saya katakan kepada makhluk yang bernama "kecewa", bahwa saya tidak butuh karyawan baru lagi. 


Thanks God, 

atas apapun yang pernah Engkau berikan kepada Saya. 






Salam Kreatif, 



@rie fabian - 
www.fabianstudio.biz 






Reaksi Tulisan :

0 comments:

Posting Komentar

Semoga artikel ini dapat bermanfaat.Terimakasih atas kunjungan Anda silahkan tinggalkan komentar dibawah ini.