Iklan :

16 September 2012

Dimana Jalan Keluarnya ?


Belakangan ini kita melihat Peraturan Daerah (Perda Jakarta) tentang tidak bolehnya memberikan uang kepada pengemis yang berada dijalanan. Ini terkesan putus asa jika menurut saya pribadi, dengan mengeluarkan Peraturan sedemikian rupa. 

Itu menandakan bahwa saja Dinas Sosial gagal dalam memberikan arahan kepada mereka, sehingga dampaknya mereka masih melakukan pekerjaan mengemis disana - sini. Ini bukan hanya sekedar efek jera, tapi melainkan satu keterampilan yang diberikan kepada kaum pengemis yang digelandang kedalam Dinas Sosial, tidak bisa digunakan oleh mereka.

Jika saya mendengar lewat berita, para Satpol PP menangkap para gelandangan ataupun pengemis dan setelah mereka "ciduk" maka ujungnya mereka diberikan keterampilan di Dinas Sosial terkait. Dengan harapan mereka tidak melakukan kegiatan mengemis kembali. 

Tapi fenomenanya para pengemis kian hari kian banyak, bukannya berkurang. Sampai Pemerintah akhirnya mengeluarkan larangan untuk memberi kepada para pengemis dijalanan ini. Dan membuat aturan terkait dengan penertiban pengemis ini. 


Mari kita lihat dan lebih detil lagi jangan hanya menghakimi mereka malas untuk bekerja. Pada kenyataannya mereka menemukan kegiatan mengemis itu lebih mudah dibandingkan dengan semua keterampilan yang Dinas Sosial berikan. Dan kalau kita tarik lagi, bekerja di Kota Jakarta itu sangat sulit, sehingga dibekalkan keterampilan apapun tetap dia akan kembali mengemis. 

Sudah tidak adakah jalan keluarnya ? 

Kenapa mereka tidak langsung disuruh praktek bukan hanya diberikan keterampilan. Dengan memberikan modal kepada mereka untuk memulai usaha, setelah mereka digelandang ke Dinas Sosial, tentu dengan kontrol dari Dinas Sosial juga nantinya akan pengelolaan usaha atas yang mereka lakukan. 

Diberikan keterampilan apapun saya rasa itu bukan modal bagi mereka untuk meninggalkan kegiatan mengemis keseharian mereka. Bagi yang sudah berusia senja, bisa digunakan untuk cara yang lain. 

Karena sudah seharusnya Negara menjamin Rakyatnya bukan ? 

Saya memperhatikan beberapa realita yang terjadi, bahwa para gelandangan maupun pengemis kian hari kian bertambah. Tidak usah menggunakan data apa - apa, lewat mata kepala saya sendiri setiap saya berjalan dikeseharian saya. Jika dulu dilampu merah itu terdapat 1 orang pengemis, satu bulan kemudian akan terlihat 2 orang pengemis, dan bertambah di bulan - bulan berikutnya. 

Jika kita hanya menyalahkan mereka dengan predikat malas, itu menjadi kurang bijak menurut saya. Karena kita sama - sama tahu, bahwa sangat sulit mencari pekerjaan dikota besar seperti Jakarta ini. 

Kebetulan sekali, pemilihan Gubernur untuk kota "Keramat" Jakarta sebentar lagi. Saya tidak berkata baik satu diantara dua yang akan menjadi kandidat, karena ini bukan kampanye dari salah satu calon gubernur. Siapapun yang terpilih harapannya memang tulus ingin membenahi Jakarta sebagai percontohan bagi kota - kota yang akan berkembang lainnya. 

Dan saya juga setuju kalau ini bukan semata - mata tugas dari Pemerintah saja. Kita pun bisa membantu dengan cara berbuat dengan apa yang bisa kita perbuat. Dengan cara membantu bukan hanya sekedar menhakimi mereka dengan predikat - predikat yang semakin melemahkan mereka. 

Bukan memberikan mereka cacian, makian apalagi memperlakukan mereka secara kasar, hargai mereka sebagai mana sama berharganya seperti kita. Jika kita belum bisa membantu mereka apalah artinya harta yang tertumpuk di lemari Anda. Semua itu tidak ada gunanya bukan. 

Mari berantas kemiskinan dengan cara tidak memiskinkan mereka. Bantu mereka, berikan apa yang mereka butuhkan, karena mereka memang benar - benar butuh. Terlepas dari semua rencana mereka untuk memperkaya diri dengan cara mengemis, saya yakin itu hanya satu dari seribu orang yang kita temui dijalan. 


Mari kita mulai .......


Salam Kreatif, 



@rie fabian - 





Reaksi Tulisan :

2 comments:

Semoga artikel ini dapat bermanfaat.Terimakasih atas kunjungan Anda silahkan tinggalkan komentar dibawah ini.