Iklan :

16 Oktober 2011

Kita Kreatif Karena Kita Tahu

Foto By @rie fabian 

Jangan asal berucap orang yang kreatif jika kita hanya bisa mengatasi satu masalah saja. Kreatif itu bicara lintas media, kreatif itu bicara sebuah solusi, kreatif itu harus dilandasi dengan pengetahuan yang kuat. 


Ketika kita memproklamasikan diri kita kepada orang lain bahwa saja kita merupakan orang yang kreatif hanya karena bisa membuat satu solusi untuk membuat sebuah layout saja itu bukan kreatif. Seorang designer jika ingin dikatakan kreatif maka ia harus berani belajar banyak hal. 

Begitu satu karya ia buat, lalu karya kedua ia lahirkan, tidak ada movement atau perubahan maka ia hanya linier dalam berkarya. Membaca hanya secakupan tentang dunia design saja tidak cukup. Terkadang kita memang harus keluar untuk mengetahui rasanya diluar. 

Membaca semua buku merupakan cara yang singkat untuk mengetahui banyak hal. Akan tetapi menjalankannya juga dianggap perlu. Kita mengambil contoh sebuah analogi dalam membuat design untuk makanan, Kita sudah melihat refrensi dari internet, kita sudah mencoba mencari refrensi dari buku-buku resep, dimana kita bisa mengambil satu angle dan penempatan layout yang baik berdasarkan refrensi yang kita ambil. 

Namun jika kita tidak pernah merasakan bagaimana rasanya sushi itu sendiri, lalu kita tidak pernah mendatangi sebuah resto yang menyajikan sushi dan kita tidak tahu apa yang diperlukan oleh pengunjung dari restoran sushi itu sendiri maka anda tidak akan mendapatkan sebuah essence dari design anda. 

Dimana rasa sebuah design dari resto sushi satu dengan sushi yang lainnya pasti memiliki satu kesamaan rasa dari design yang mereka buat. Itu dikarenakan, pengunjung mereka hampir sama semua yang berada pada kelas yang sama. Inilah yang dikatakan kreatif itu sendiri, menciptakan solusi bukan hanya sekedar dari pandangan kita sendiri namun para pengunjung, costumer, client dari siapa yang akan kita buatkan designya. 

Membuat bukan berarti menebak. Akan beda hasilnya jika anda menyamakan antara membuat dan menebak. Tidak bisa anda membuat hanya dengan mencari data di Internet tentang kebutuhan client anda. Tidak bisa anda membuat hanya dengan menyamakan sebuah design dari kompetitor client anda. Maka anda harus turun sendiri melihat kondisi yang sebenarnya terjadi. 

Namun membaca menjadi modal awal yang sangat penting. Belilah buku apapun ketika anda melewati buku itu sepertinya dia (buku) menggoda anda. Tak peduli hanya karena covernya saja yang bagus, atau memang itu menarik secara gambar didepannya ada Ayu ting-ting (halah). 

Sesampainya dirumah anda akan bertanya-tanya kenapa saya membeli buku ini, Simpan saja dahulu lalu mandi dan baru anda melihat apa yang sebenarnya terjadi pada buku itu sehingga anda membelinya. Designer yang kreatif harus tahu banyak hal dan mengetahui banyak hal. Baca saja dari halaman depan sampai belakang, suatu saat nanti apa yang anda baca sekarang kelak akan menjadi dasar pengetahuan pada dunia yang belum pernah anda alami sekalipun. 

Maka kita memang harus menyadari pentingnya pengetahuan dari apa yang kita baca. Ini merupakan pengalaman pribadi saya dalam memilih random sebuah buku, dan terkadang sampai dirumah saya bingung, kenapa majalah wanita yang saya beli. Tapi saya selalu pada gerakan tangan saya pada saat mengambil buku itu, karena kelak kita tidak akan pernah tahu akan bertemu dengan siapa. 


Salam kreatif, 


@rie fabian 


Reaksi Tulisan :

0 comments:

Posting Komentar

Semoga artikel ini dapat bermanfaat.Terimakasih atas kunjungan Anda silahkan tinggalkan komentar dibawah ini.